July 20, 2019 6 Makanan untuk Anak yang Mengalami Muntah

6 Makanan untuk Anak yang Mengalami Muntah

Rasanya cemas ya, Bu, saat buah hati sakit. Tak tega melihatnya terus-menerus rewel, susah makan, terlebih jika mual dan muntah-muntah. Jika muntah terus dibiarkan, maka ia bisa kekurangan nutrisi dalam tubuhnya yang tentu tidak baik untuk tumbuh kembangnya. Namun saat sedang muntah, bayi juga akan kehilangan selera makan. Lantas, bagaimana menyiasatinya? Inilah beberapa makanan untuk anak muntah yang dianjurkan untuk dikonsumsi bayi usia 7 hingga 12 bulan:

Air Putih

Saat bayi muntah, otomatis ia juga akan mengeluarkan cairan. Untuk mengganti cairan yang keluar tersebut, bayi harus segera diberikan air putih. Jangan sampai ia mengalami dehidrasi ya, Bu, karena bisa menyebabkan bayi mengalami lemas. Air putih juga harus diberikan secara terus-menerus sedikit demi sedikit supaya asupan cairan dalam tubuh bayi tetap terjaga.

Makanan Lunak

Setelah muntahnya berhenti, bayi sudah bisa diberikan makanan untuk mengisi energi dalam tubuhnya. Pilihlah makanan lunak yang mudah untuk dikonsumsi oleh bayi dan tinggi karbohidrat untuk dapat segera memasok energi dalam tubuhnya. Contoh makanan lunak yang baik untuk dikonsumsi bayi setelah muntah adalah sebagai berikut:

  • Bubur NasiMakanan untuk anak muntah pertama yang bisa Ibu berikan adalah bubur nasi. Hindari dulu pemberian tambahan makanan lainnya yang dapat memicu rasa mual. Berikan bubur nasi dulu saja yang disiram dengan kuah kaldu hangat untuk melegakan perutnya.
  • RotiSelain nasi, roti juga merupakan pilihan makanan untuk anak muntah yang baik. Supaya lebih mudah dikonsumsi oleh bayi, potong roti menjadi kecil-kecil dan pipihkan. Sebaiknya pilih roti yang rendah gula ya, Bu, agar tidak membuat rasa eneg pada mulut sehingga dapat memicu mual dan muntah lagi.
  • Pisang
  • Kentang Rebus
  • Oatmeal
  • Gandum

Berikan Oralit

Bila bayi Ibu mengalami muntah yang tergolong parah hingga dehidrasi, sebaiknya juga berikan oralit yang berfungsi sebagai pasokan cairan. Selain itu oralit juga dapat menyeimbangkan elektrolit dalam tubuh, seperti kalium, bikarbonat, dan natrium yang penting untuk tubuh. Pemberian oralit pada 3 jam pertama untuk bayi berusia di bawah 1 tahun adalah sebanyak 75 ml/kg berat badan. Jadi misalnya berat badannya 10 kg, maka 10 x 75 = 750 ml. (sumber: bayi7.com)

Makanan yang Sebaiknya Dihindari

Selain ada makanan yang baik untuk dikonsumsi saat muntah, ada juga makanan yang sebaiknya dihindari. Berikut daftarnya:

  • Susu dan produk susu
  • Makanan berlemak
  • Gorengan
  • Makanan tinggi serat
  • Makanan berbumbu rempah
  • Jus buah murni

Ingat ya, Bu, jika bayi masih sering mengalami muntah, sebaiknya berikan asupan makanan untuk anak muntah sedikit demi sedikit saja. Memberikan makanan yang langsung banyak justru dapat membuatnya ingin muntah lagi. Pemberian ASI atau susu bubuk juga sebaiknya dihindari dulu hingga ia tidak muntah lagi. Bila ia terus muntah hingga beberapa hari dan menunjukkan tanda-tanda yang mengkhawatirkan, jangan tunda lagi untuk membawanya ke dokter, ya. Bayi Ibu sudah memerlukan penanganan khusus agar tidak terjadi hal yang fatal.

Fitur Tanya Pakar dapat menjadi tempat Ibu untuk berkonsultasi seputar masalah anak. Di sana pertanyaan Ibu akan dijawab langsung oleh pakarnya. Untuk bisa mengakses fitur Tanya Pakar, lakukan registrasi terlebih dahulu ya, Bu.

Sumber: 
Hellosehat.com, cnnindonesia.com,ibudanbalita.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wishlist 0
Continue Shopping
preloader
Cleobabys

FREE
VIEW